Tuesday, March 19, 2013

Online Learning (University Online Learning)



Pendidikan menjadi hal yang paling penting dan utama yang diincar orang-orang di zaman modern ini. Kesadaran akan pentingnya pendidikan banyak membawa pelajar-pelajar nusantara rela meninggalkan tanah kelahirannya Indonesia dan belajar di luar negeri untuk menempuh pendidikan dari Strata 1 sampai strata yang tertinggi.
 Sekarang ini, mulai muncul alternatif pembelajaran dari universitas-universitas ternama di dunia untuk memenuhi kehausan para pelajar untuk mencari dan menuntut ilmu tanpa dibatasi oleh tempat , waktu dan biaya. Alternatif yang juga populer saat ini adalah situs pembelajaran online yang disediakan secara gratis dan tanpa ada batasan jarak bagi pelajar di seluruh dunia untuk mengambil mata pelajaran yang memang ada di universitas –universitas kenamaan tersebut. 
Berikut merupakan daftar beserta penjelasan mengenai situs-situs yang menjadi pilihan serta sarana pembelajaran bagi para pelajar yang masih haus menuntut ilmu dan ingin menambah pengetahuannya.
1.       Edx
      Situs ini meskipun termasuk masih baru karena diluncurkan pada tanggal 2 mei 2012 namun situs ini merupakan situs hasil kerja sama Massachusetts Institute of Technology(MIT) dan Harvard University yang menawarkan pendidikan online kepada jutaan bahkan milyaran orang di seluruh dunia tanpa berbayar alias gratis.  Tujuan kerja sama ini adalah untuk memperluas jangkauan mereka kepada komunitas global pelajar dan meningkatkan pendidikan bagi setiap orang.

Cara kerja Edx berdasarkan cara situs MITx, yang merupakan sebuah platform teknologi dari MIT yang didesain untuk menyediakan mata kuliah secara online. Versi ini meliputi video pembelajaran, ujian, feedback real-time, peringkat dari pertanyaan dan jawaban mahasiswa, kolaborasi laboratorium berbasis web.










Note: berdasarkan pengalaman penulis situs ini cukup menarik karena ada beberapa mata kuliah yang menawarkan sertifikat secara gratis walaupun hanya sementara. Mata kuliah yang disajikan cukup menarik dan menantang jiwa petualang ilmu pengetahuan yang ada di diri kita walaupun masih sedikit yang disajikan karena masih tergolong baru.


Berikut merupakan Link ke Edx :Edx
2.       Udacity
Udacity merupakan salah situs pendidikan online yang setingkat dengan universitas yang diberikan secara gratis. Pendirinya yaitu David Stavens, Mike Sokolosky dan Sebastian Thrun percaya bahwa pendidikan tingkat perguruan tinggi dapat berkualitas tinggi dan murah dengan menggunakan internet. 

Hampir 160.000 orang mahasiswa yang berasal lebih dari 190 negara telah mendaftar untuk kelas pertamanya yaitu “ Introduction to Artificial Intellegence”. Kelas ini juga telah dipublikasikan oleh New York times dua kali dan juga beberapa media.

Mata kuliah di Udacity dibagi menjadi beberapa menjadi beberapa kategori dan 3 level tingkatan
Adapun kategori yang disediakan yaitu : Business, Computer Science , Mathematics, Physics dan beberapa level yaitu: Beginner , Intermediate, dan Advanced.

Pada November 2012 , salah satu pendirinya Sebastian Thrun memenangkan  the Smithsonian American Ingenuity di Education Award untuk kinerjanya dengan Udacity.

Note: Berdasarkan yang penulis lihat dan jalani udacity merupakan salah situs yang tidak menyediakan tenggat waktu dan awal dan akhir perkuliahan. Perkuliahan dapat dimulai kapan saja dan tidak perlu takut kehabisan waktu dan ketinggalan pelajaran. Pembagian level di Udacity memudahkan penulis untuk mengambil mata kuliah yang disediakan.

Berikut merupakan link ke Udacity:Udacity


3.       Coursera
Coursera adalah salah satu perusahan berbasis sosial kewirausahaan yang bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di seluruh dunia dan menyediakan mata kuliah online kepada setiap orang secara gratis. Situs ini didirikan oleh Andrew Ng dan Daphne Koller yang merupakan pengajar di Stanford University dan didanai oleh John Doerr dan Scott Sandell.

Universitas –universitas yang telah bekerja sama dengan Coursera sejauh ini ada 62 Universitas mata kuliahnya sebanyak 329 buah.

Note: berdasarkan pengalaman penulis, situs ini cukup menjanjikan karena menawarkan mata kuliah dan bekerja sama dengan universitas dari seluruh dunia yang lebih banyak dari situs-situs lainnya. Situs ini dapat diikuti secara gratis. Akan tetapi, ada juga pilihan berbayar yang dapat menguntungkan pelajar tetapi tidak masalah jika tidak dipilih. 

Berikut merupakan link ke Coursera:Coursera 



Note: tunggu 5 detik kemudian  akan muncul tombol skip ads lalu klik skip ads 



Wednesday, March 13, 2013

Cara Mendapatkan Uang Dengan Situs Penyingkat URL

1.adf.ly

Mungkin untuk sekarang sudah banyak yang share artikel ini tapi lumayan juga lah buat nambah2 postingan hehehe..., tapi saya ingin memberikan info untuk anda yang belum mengetahui apa itu Adf.ly.
    
Adf.ly adalah situs yang berfungsi untk memperpendek url dan  tidak hanya itu, jika url/link yang sudah kita perpendek tadi di klik atau dikunjungi orang maka kita akan mendapatkan uang. Ini biasanya digunakan oleh para bloger untuk memperpendek link download. Jadi jika ada orang yang mau mendownload file kita otomatis mereka harus melewati link dari adf.ly.

Untuk masalah pembayaran kita akan mendapatkan $4 dollar per 1000 pengunjung yang meng klik link adf.ly kita. Dan bisa dicairkan lewat paypal ataupun liberty reserve setelah $5. Dan cara untuk mendaftar ke adf.ly adalah sebagai berikut:
  1.     Klik Join Now
  2.     Isi semua form yang diminta (nama, email, password, centang I agree to...)
  3.     Kemudian klik tombol Submit
  4.    Setelah itu buka email kamu, kemudian ada pemberitahuan pendaftaran anda telah sukses yang diberikan oleh Adf.ly
  5.     Silahkan Login, masukkan email dan password
  6.     Mulailah mempersingkat URL dan dapatkan uang

Selain dari visitor, kita juga dapat duit dari referal. Maksudnya, setiap member Adf.ly yang mendaftar melalui kita maka kita akan medapatkan bayaran atas pendaftaran orang lain melalui referal kita.

Friday, February 10, 2012


Tugas SKTI  ( Smart Card )
Berikut ini adalah jenis-jenis kartu smart card yang ada, yaitu:
I.                    Jenis – Jenis Smart Card
1.                  Memory Card
Smart card yang paling sederhana. Kartu ini hanya mengandung memory circuit yang dapat diakses melalui kontak dengan synchronous protocol. Dalam memory itu terdapat protected area yang hanya bisa diakses jika menerima kode keamanan tertentu. Ada juga pembatasan jika ada aplikasi luar yang ingin mengakses memory . Ada juga beberapa jenis   memory card yang menyediakan layanan otentifikasi. Ukuran data yang bias disimpan di dalamnya tidak terlalu besar, sekitar 100 bits – 10 kb. Kartu ini banyak digunakan untuk aplikasi accounting seperti kartu telepon, transportation card dan vending card .
2.                  Microprocessor Card
Smart card ini mempunyai memory circuit dan microprocessor dalam satu chip. Semua akses ke kartu akan melalui microprocessor. Datanya sendiri baru bias diakses jika telah melewati semacam security logic. Terdapat sebuah interface untuk I/O yang bisa mempunyai bentuk yang berbeda antar kartu. Dari segi keamanan, microprocessor bisa dibilang sulit untuk dipalsukan. Perkembangannya sekarang ini adalah microprocessor diganti dengan State change. Hal ini dilakukan karena microprocessor sudah tidak terbatas dalam hal kecepatan dan kapasitas memori. State change berisi Programmable Gate Array (PGA) yang berukuran lebih kecil dan dapat mengemulasikan fungsi microprocessor dengan kecepatan yang lebih baik. Sekarang ini, kartu ini juga diberi kemampuan untuk melakukan kriptografi seperti memory-adddress srambling, auto-detection hacking, power-circuit manipulation, dan electron microscopy.
3.                  Contact Card
Contact smart card memiliki chip kecil keemasan pada kartu, saat dibaca oleh reader, chip tersebut melakukan contact dengan konektor yang dapat membaca informasi dari chip, dan dapat menuliskan informasi kembali ke dalam chip.
Pada contact smart card , beberapa standar ISO telah dikeluarkan untuk mendefinisikan bentuk fisik , posisi, karakterisitik, protokol, format perintah yang dikirim dan respon yag dikembalikan, ketahanan kartu hingga fungsinya.
Kekurangannya adalah:
1.                  Titik contact-nya dapat rusak karena sering digunakan, reader yang jelek, atau tergesek di kantong.
2.                  Ujung microcircuit dapat rusak jika kartu bengkok atau ditekan terlalu keras.
3.                  Mudah diserang melalui titik contact kartu.
4.                  Kerusakan yang terjadi di alat contact reader yang merupakan alat mekanis karena pemakaian yang tidak baik atau karena serangan fisik.
5.                  Contactless Card
Kartu ini adalah jenis smart card yang menggunakan frekuensi radio (RF) untuk bertukar informasi. Jadi kartu ini tidak memerlukan kontak fisik ke reader/terminal untuk bertukar informasi. Kartu ini mengandung microcircuit yang tertutup di dalam kartu, sehingga kartu ini hanya perlu didekatkan dengan reader tanpa kontak langsung untuk bertukar informasi.
Kontak antar kartu dan reader tergantung pada kepekaan reader. Banyak dipakai untuk transaksi yang menekankan pada unsur kecepatan, terutama di industri transportasi.  Kelebihannya adalah:
1.    Lebih dapat diandalkan.
2.    Maintenance lebih sedikit daripada contact card.
3.    Lifespan-nya lebih lama daripada contact card.
Sedangkan kekurangannya antara lain:
1.    Tidak cocok untuk pertukaran data yang besar.
2.    Ukurannya lebih besar daripada contact card dan belum ada ukuran standar.
3.    Jumlah manufaktur pembuat sedikit sehingga jenis kartunya terbatas.
4.    Harganya relatif lebih mahal daripada contact card.

1.                  Hybrid Card
Smart card yang menggunakan dua teknologi yang ada di contact card dan contactless card sehingga terdapat alat contact dan antena dalam satu kartu. Kartunya sendiri ada yang menggunakan satu microprocesor dan ada juga yang menggunakan dua microprocessor. Kartu jenis ini dibuat untuk membuat pengguna bisa memakai kartunya di banyak aplikasi.
Ada pula istilah combi card yang sejenis dengan hybrid card tapi membutuhkan suatu alat yang dinamakan pouch untuk mengubah fungsi contact card menjadi contactless card . Dan alat contact-nya adalah antena yang terdapat dari pouch sedangkan media transmisi yang digunakan adalah gelombang radio. Tingkat keamanan hybrid card lebih baik daripada combi card karena gelombang radio sangat mudah untuk disusupi dan hal ini akan mengurangi tingkat keamanan kartu.

2.                  Subscriber Identity Module (SIM) Card
Smart card kecil dan dapat diprogram berisi kunci identitas subscriber ke layanan selular. Kunci ini digunakan untuk identitas ke digital mobile service dan jenis layanan yang dipakai. SIM card ini bisa dipasang permanent ke teleponnya atau yang removable. SIM ini berguna untuk kunci keamanan yang dipakai oleh jaringan GSM.

3.                  Removable User Identity Modul (R-UIM) Card
Smart card yang fungsinya sama dengan SIM card tetapi untuk telepon dengan teknologi CDMA. Kartu ini memungkinkan komunikasi antar kedua jaringan.

4.                  Universal subscriber Identity Module (USIM) Card
Pengembangan dari SIM card yang akan digunakan di teknologi jaringan 3G. kartu ini akan dimasukan di peralatan 3G dan digunakan untuk otentifikasi jaringan dan fungsi lainnya. ( “Kajian Perkembangan Teknologi Smart Card dari Segi Keamanan dan Implementasinya di Kehidupan Sehari-hari ; Adhitya Agung Satria1 (13502009), Gamma2 (13502058), dan M. Yusuf Hamdani (1350213) Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung ; hal 7 – 8 ).
5.                   Bentuk-Bentuk Contactless Smart Card
Secara garis besar ada tiga bentuk utama dari contactless card yaitu :
A.                  Memory
B.                  Wired logic
C.                 Microcontroller (MCU)
Memory Card (kartu memori) menggunakan suatu chip atau peralatan elektronik lainnya untuk menyimpan informasi-informasi mengenai jati diri pemilik kartu. Dalam bentuk yang paling aman dari kartu ini, memori menyimpan sebuah nomor seri yang unik termasuk kemampuan untuk mengunci sevara permanen bagian dari memori atau memungkinkan seseorang untuk menambah atau mengubah data yang ada hanya menggunakan sebuah mekanisme tertentu yang sudah di lindingi dengan password. Selain dari mekanisme pengamanan tersebut, memory card tidak memiliki mekanisme pengamanan tambahan lainnya untuk melindungi isi kartunya. Software yang digunakan untuk meng encrypt dan decrypt informasi yang ada dapat disimpan dalam kartu memori juga.
Wired logic card memiliki suatu sirkuit elektronik khusus yang dirancang di dalam chip dan menggunakan metode yang tetap untuk autentifikasi jati dirinya ke mesin pembaca, memastikan keabsahan pengguna kartu dan meng encrypt komunikasi. Wired logic card tidak dapat dimodifikasi setelah kartu ini dibuat atau diprogram.
Microcontroller Card (MCU) menggunakan suatu software atau firmware untuk melakukan otentifikasi jati diri pemegang kartu dan  enkripsi komunikasi data. Smart card dengan model MCU yang embedded ini memiliki kemampuan mengamankan data dan komunikasi yang hampir lebih sempurna, seperti kemampuannnya untuk menngamankan data-data yang ada dalam kartunya sendiri dengan menggunakan teknologi enkripsi khusus, menggunakan sistem yang berbasis software dan hardware dalam melindungi informasi dalam kartu dan dapat digunakan untuk verifikasi menggunakan sistem biometric dan tandatangan digital serta dapat berinteraksi dengan mesin pembaca kartu secara cepat. Contactless MCU juga memiliki kapasitas memori yang lebih besar dan dapat menjalankan suatu operaying sistem seperti java (javaCard) dan MULTOS.
Microcontroller card terdiri dari dua jenis kartu, yaitu kartu berjenis hybrid card dan dual interface card. Untuk kartu yang bersifat hybrid beberapa teknologi yang independen berada dalam satu kartu tetapi teknologi tersebut tidak saling berkomunikasi dan berinteraksi. Sebagai contoh, satu kartu dapat mengadung suatu pita magnetic, bar code, teknologi 125 kHz, foto pemegang kartu, contact teknologi smart card dan teknologi contactless lainnya yang sesuai dengan standart ISO/IEC 14443 atau ISO/IEC 15693. keunggulan dari kartu bersifat hybrid adalah, sistem yang telah ada tetap terus dipakai, sementara beberapa kemampuan dan fungsi-fungsi baru dapat ditambahkan melalui teknologi smart card.
Kartu yang bersifat dual-interface memiliki sebuah chip yang dapat digunakan dalam sistem contact card atau contactless card. Teknologi contact dan contactless digabungkan dalam kartu ini, pemanfaatan dari masing-masing teknologi tersebut akan tergantung pada situasi mana teknologi tersebut menjadi lebih efektif dan efisien. Kartu dengan sifat hybrid dan dual-interface sebenarnya bersifat pelengkap dan penerapannya harus dipikirkan masak-masak dan harus dijelaskan kepada konsumen manfaat dan kerugiannya.
Dengan perkembangan teknologi dewasa ini, pendesai kartu dapat mengimplementasikan arsitektur kartu yang terdiri dari berbagai sistem teknologi. Hal ini akan memberikan peluang efisiensi untuk manajemen dalam hal mengamankan assetnya, meningkatkan kenyamanan pemegang kartu, dan memudahkan pengaturan administrasi terhadap kebijaksanaan security dan prosedur yang beragam. Bayangkan penggunaan kartu dengan teknologi yang beragam untuk mengontrol akses terhadap suatu bangunan, atau tempat parkir di apartemen atau untuk mengakses data atau suatu jaringan komputer yang sangat peka, tetapi kartu tersebut juga dapat digunakan untuk melaksanakan transaksi perbankan, berbelanja di took buku atau departement store atau sekedar ke vending machine. Dengan menggunakan  kartu yang berteknologi tepat, sistem cryptography dan tanda tangan digital, pengaksesan data dalam suatu jaringan logic dapat diatur dan dimasukkan dalam jaringan tersebut berdasarkan basis data yang tepat. Karena kartu yang digunakan berupa kartu dari bahan plastik maka kartu tersebut dapat juga mendukung pengamanan dengan menggunakan foto, logo, informasi yang bersifat visual, holograms, digital watermark, microprinting dan sistem pengamanan lainnya untuk menghindari penggunaan kartu oleh orang yang tidak berhak dan pemalsuan kartu tersebut. Sistem kartu tunggal juga lebih efisien untuk pemakai, memudahkan koordinasi pada saat penggantian (bila diperlukan), mengurangi keharusan mengingat banyak password atau Personal Identification Number (PIN) dan tentusaja mengurangi waktu untuk verifikasi dan otentifikasi jati diri.
6.                   Jenis Kartu yang diusulkan
Jenis Kartu yang kami usulkan adalah Contactless Smart Card. Jenis kartu ini sangat berguna bagi pengguna karena lebih mudah dan praktis digunakan. Kartu dengan teknologi contactless tersebut cukup berada pada jarak  yang terjangkau oleh mesin pembaca dan menggunakan frekuensi radio (radio frequencies/RF) untuk mengirimkan informasi.
Teknologi contactless pada smart card sangat cocok untuk pengamanan physical access. Karena pengecekan jati diri pemegang kartu dan mesin pembaca kartu sangatlah peka terhadap elemen-elemen tertentu (kotor dan air misalnya) dan mudah rusak jika terlalu sering digunakan. Teknologi contactless memungkinkan kartu tetap terlindung karena tidak harus dikeluarkan dari tempatnya saat penggunaan dan mesin pembaca tidak harus bersentuhan langsung dengan pemegang kartu, hal ini akan menghindarkan kartu dan mesin pembaca dari kerusakan akibat lingkungan yang kotor, basah, terlalu dingin dan lembab serta keadaan lingkungan yang ekstrim lainnya. Dengan tidak digunakannya head pembaca mekanik atau bagian yang digesekkan pada mesin, biaya perawatan dapat diminimalkan. Akhirnya, dengan jarak pembacaan yang cukup jauh (tidak harus selalu mendekat pada mesin pembaca), teknologi contactless pada kartu ini akan meningkatkan kenyamanan pengguna kartu dengan akses yang bersifat “hands free”.
 Kartu ini bersifat read-only yang artinya , informasi yang ada didalam kartu bersifat permanen, dan ketika kartu tersebut ditunjukkan kepada mesin pembaca, maka informasi tersebut akan dikirimkan kepada sistem.akan terkoneksi langsung dengan database Mahasiswa atau sistem akademik yang ada di dalam Universitas. Jadi, kita akan lebih mudah ingin melakukan absensi atau sebagai pengenal bagi mahasiswa.
7.                  Teknologi RFID
RFID sebagai teknologi identifikasi mempunyai 2 komponen utama, yaituReader dan Transponder (umum dikenal sebagai Tag). Transpondermerupakan suatu media yang menyimpan kode unik yang digunakan sebagai identifikasi. Transponder ditempelkan pada media yang ingin diidentifikasi. Sedangkan Reader merupakan perangkat yang digunakan untuk mengekstrak kode unik yang tersimpan pada Transponder.

Transponder pada dasarnya merupakan suatu perangkat komunikasi Radio. Sebuah Transponder dapat berupa pemancar dan penerima (Transceiver : Transmitter -Receiver) gelombang Radio. Meski dapat pula suatu transponder hanya berupa perangkat pancar gelombang radio. Pemilihan teknologi ini tergantung jenis mode komunikasi yang digunakan. Pada mode Read-Only,yaitu mode dimana hanya melibatkan kegiatan baca saja dan tidak melakukan kegiatan tulis, transponder umumnya hanya berupaTransmitter karena tidak diperlukan pengiriman informasi untuk ditulis Tag oleh Reader. Sedangkan pada mode Read-Write dapat dipastikan transponder adalah suatu transceiver. Tag mampu menerima perintah dan bahkan informasi dari Reader untuk kemudian dieksekusi maupun disimpan.
Sistem RFId dengan transponder bersifat transciever dapat menerapkan teknologi akses jamak, yaitu kemampuan untuk melakukan pembacaan 2 atau lebih transponder pada masa yang sama. Teknologi ini selain meningkatkan efisiensi proses pembacaan juga dapat memastikan tidak adanya kesalahan baca pada saat terdapat lebih dari 1 kartu pada daerah baca.

Sebagai perangkat komunikasi radio, Transponder dapat dibangun dalam ukuran yang kecil dan tipis. Kondisi ini dimungkinkan oleh karena transponder memanfaatkan teknologi radio yang cukup sederhana dan juga proses produksi transponder yang memanfaatkan teknologi silikon. Hingga saat ini, transponder dapat diproduksi hingga setipis label kertas. Umumnya, suatu transponder diproduksi dalam bentuk yang kompak tanpa menggunakan baterai disebut sebagai Transponder pasif. Pasif disini diartikan sebagai kondisi dimana tidak adanya elemen pemberi energi internal semacam baterai. Sebagai gantinya, energi didapat dari udara melalui ekstraksi GEM oleh Transponder. Reader senantiasa diradiasikan oleh Reader untuk memastikan radiasi GEM cukup untuk mengoperasikan Transponder.
Transponder mempunyai berbagai macam jenis, rupa dan bentuk . Umumnya, bentuk ini disesuaikan dengan fungsi dari Transponder tersebut. Selain itu juga dipengaruhi oleh parameter-parameter gelombang radio yang digunakan, pemilihan frekuensi khususnya akan berdampak langsung pada jenis antena dan dimensi yang harus digunakan. Sebagai contoh, pada range Low Frequency (LF) dan High Frequency (HF) umumnya digunakan antena berbentuk loop dengan jumlah putaran tertentu. Sedangkan pada range Ultra High Frequency (UHF) digunakan antenna Dipole λ/2. Akibatnya, mau tidak mau , dimensi antenna akan memberikan implikasi terhadap bentuk dan ukuran transponder.
Belum lagi pemilihan terhadap kemampuan jarak baca perangkat yang menentukan apakah digunakan komponen pencatu aktif atau tidak. Suatu transponder dengan pencatu aktif akan menuntut dimensi transponder yang lebih besar dan tebal.
 RFID adalah proses identifikasi seseorang atau objek dengan menggunakan frekuensi transmisi radio. RFID menggunakan frekuensi radio untuk membaca informasi dari sebuah device kecil yang disebut tag atau transponder (Transmitter + Responder). Tag RFID akan mengenali diri sendiri ketika mendeteksi sinyal dari device yang kompatibel, yaitu pembaca RFID (Micro-Reader).
Gambar III menjelaskan sistem RFID [6], yang terdiri dari empat komponen:
                        Tag: ini adalah device yang menyimpan informasi untuk identifikasi objek. Tag RFID sering juga disebut sebagai transponder.
                        Antena: untuk mentransmisikan sinyal frekuensi radio antara pembaca RFID dengan tag RFID.
                        Pembaca RFID(Micro-Reader): adalah alat yang kompatibel dengan tag RFID yang akan berkomunikasi secara wireless dengan tag.
                        Software Aplikasi: adalah aplikasi pada sebuah workstation atau PC yang dapat membaca data dari tag melalui pembaca RFID. Baik tag dan pembaca RFID dilengkapi dengan antena sehingga dapat menerima dan memancarkan gelombang elektromagnetik.
                         
                                                               
                                                           Gambar III Sistem RFID
1. Tag RFID
Tag RFID adalah komponen yang dibuat dari rangkaian elektronika dan antena yang terintegrasi di dalam rangkaian tersebut. Rangkaian elektronik dari tag RFID umumnya memiliki memori sehingga tag ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan data. Memori pada tag secara dibagi menjadi sel-sel. Beberapa sel menyimpan data Read Only, misalnya nomor seri yang unik yang disimpan pada saat tag tersebut diproduksi.
2. Kelas Tag
Berdasarkan catu daya tag, tag RFID (Radio Frequency Identification)
dapat digolongkan menjadi:
a. Tag Pasif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari medan yang dihasilkan oleh pembaca RFID. Rangkaiannya lebih sederhana, harganya lebih murah, ukurannya kecil, dan lebih ringan. Kelemahannya adalah tag hanya dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang terbatas 4-5m ketika menggunakan frekuensi UHF ( 860 MHz– 930 MHz).
b. Tag Semi-Pasif: yaitu tag yang memiliki baterai terintegrasi dan oleh karena itu tidak memerlukan energi dari medan pembaca untuk menggerakkan chip itu. Ini memungkinkan tag untuk berfungsi dengan tingkatan sinyal yang lebih rendah, menghasilkan jarak lebih besar sampai dengan 100 meter. Jaraknya terbatas karena tag tidak mempunyai pemancar yang terintegrasi, dan masih perlu menggunakan medan pembaca untuk komunikasi kembali ke pembaca itu.
c. Tag Aktif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari baterai, sehingga akan mengurangi daya yang diperlukan oleh pembaca RFID dan tag dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang lebih jauh (sampai beberapa kilometer). Kelemahan dari tipe tag ini adalah harganya yang mahal dan ukurannya yang lebih besar karena lebih kompleks. Semakin banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh tag RFID maka rangkaiannya akan semakin kompleks dan ukurannya akan semakin besar.

3. Pembaca RFID (RFID Reader)
Sebuah pembaca RFID harus dapat melakukan dua hal penting, yaitu menerima perintah dari software aplikasi dan berkomunikasi dengan tag RFID.
Pembaca RFID [3] merupakan penghubung antara software aplikasi dengan antena yang akan meradiasikan gelombang radio ke tag RFID. Gelombang radio yang diemisikan oleh antena berpropagasi pada ruangan di sekitarnya. Akibatnya data dapat berpindah secara wireless ke tag RFID yang berada berdekatan dengan antena.
4. Manfaat RFID
Banyak pembicara juga menyebutkan bahwa secara teknik, jelas sebuah rangkaian lebih banyak manfaatnya, termasuk:
a. Reader dapat mengamati banyak tag, sebanyak 1.000 pada satu waktu dengan teknologi yang sekarang.
b. RFID merupakan energi radio yang biasanya dapat menembus sebuah kemasan artikel-artikel kecil dan mengetahui apa yang ada didalamnya, walaupun air dan permasalahan logam sekarang ini.
c. Tag tertanam didalam kemasan yang tidak dapat dilecetkan,dibongkar digosok sampai hilang, dan bahkan dihancurkan. 




8.                  Value Chain analysis
Primary Activities
Inbound Logistic
Operations
Outbound  logistics
Marketing and sales
Service

Smart Card ini didistribusikan kepada mahasiswa-mahasiswa Universitas saat setelah calon mahasiswa sudah didata dan dimasukkan ke dalam database Akademik Mahasiswa
Smart Card ini digunakan  pada saat mahasiswa akan memasuki ruangan kelas , perpustakaan dan akses terhadap fasilitas-fasilitas yag terdapat di Universitas
Smart Card ini
Digunakan untuk identifier mahasiswa saat berkunjung ke perusahaan-perusahaan atau studi banding ke luar negeri.
Universitas melakukan pembagian ataupun penyebaran smart card ini sebagai kartu mahasiswa ketika mahasiswa melakukan pendaftaran ulang dan setelah melakukan pembayaran uang kuliah /cicilan pertama uang kuliah.
Smart Card ini memiliki fungsi-fungsi,yaitu untuk melakukan absensi, peminjaman buku dan mendapatkan diskon saat  melakukan transaksi di rekanan kerja  Universitas serta fasilitas-fasilitas lainnya.
Secondary Activities
General Administration
Human Resource Management
Technology Development

Universitas membebankan biaya penerapan Smart Card ini ke uang kuliah mahasiswa.
Smart Card ini dibagikan untuk mahasiswa Universitas baik yang masih aktif maupun yang sudah alumni.
Teknologi ini yang digunakan untuk menerapkan Smart card ini adalah RFID (Radio Frequency Identification Development)
9.                  Porter ‘s 5 Forces model ( Analisa 5 Kekuatan Porter)
1.                  Pesaing-pesaing yang sudah ada
Beberapa perguruan tinggi baik swasta maupun negeri sudah menerapkan Smart Card Sebagai identifier card untuk mahasiswanya
2.                  Ancaman pesaing-pesaing baru
Contactless Smart Card ini mempunyai kemumgkinan yang sangat besar memiliki pesaaing-pesaing baru mengingat perkembangan teknologi Smart Card yang sangat pesat.
3.                  Ancaman barang pengganti
Contactless Smart Card memiliki banyak barang-barang pengganti yaitu: Contact Smart Card , Hybrid Smart Card dan sejenisnya
4.                  Kekuatan menawar dari pelanggan-pelanggan
Tidak ada pilihan bagi pelanggan karena semua calon pelanggan/ pelanggan Smart Card ini diwajibkan untuk memiliki Smart Card ini.
5.                  Daya Tawar Pemasok
Mahalnya bahan baku ini membuat sulitnya  mendapatkan supplier Smart Card ini.

10.              SWOT Analysis
Strength
ü  Maintenance lebih sedikit daripada contact card.
ü  Smart card dengan teknologi contactless menawarkan suatu keunggulan yang dapat diperluas untuk mengamankan sistem akses baik secara fisik maupun akses secara logic (akses terhadap jaringan atau bahan online lainnya).
ü  Mengurangi biaya perawatan untuk mesin pembaca kartu (jika dibandingkan dengan mesin pembaca pita magnetic dan pembaca contact card)
ü  Memiliki tingkat keamanan yang sama dengan contact smart card.
Weakness
ü  Harganya relatif lebih mahal dibandingkan contact Smart Card
ü  Tidak cocok untuk  petukaran data yang besar karena jika hilang maka data atau nilai yang tersimpan di dalamnya akan ikut hilang.
Opportunity
ü  Berguna untuk digunakan dalam lingkungan Mahasiswa yang memerlukan pergerakan fisik yang cepat.
ü  Ketahanan Contactless Smart Card lebih lama.
ü  Mengurangi usaha perusakan mesin pembaca.
Threat
ü  Belum ada ukuran standar yang jelas.
ü  Belum ada aturan yang jelas tentang kehilangan kartu dan kebijakan yang jelas jika kartu hilang.
11.              Strategi & Kebijakan yang diusulkan
Ø  Pihak Universitas harus melakukan Sosialisasi penggunaan Smart Card ini sebelum Smart Card ini benar-benar diterapkan sepenuhnya di Universitas
Ø  Pihak Universitas harus menentukan standar yang jelas untuk penerapan Smart Card ini dan lokasi mesin pembaca (reader) untuk Contactless Smart Card ini agar sesuai dengan kebutuhan Mahasiswa.
Ø  Pihak Universitas harus menyediakan satu database daan software  khusus untuk penerapan Smart Card ini agar adanya penanggulangan kejadian tidak terduga seperti kartu rusak atau hilang.


Note : Artikel di atas merupakan makalah yang ditulis untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah pilihan. Berikut merupakan sumber referensi penulis:
www.scribd.com/doc/28492995/Smart-Card
kadiginfo.wordpress.com/2010/10/05/smart-card/
kkiswati.wordpress.com/2011/02/11/bab-2-smart-card-bagian-1/